Press

TEMPO : Begini Wujud Olimpus, Penyerap Karbon Berbasis Mikroalga

BRIN dan PT ASI meluncurkan pilot project Olimpus Apollo 1.0, penangkap karbon berbasis mikroalga.
TEKNOLOGI penangkap karbon generasi baru yang digarap Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Alam Semesta Integra (ASI), Olimpus Apollo 1.0, memanfaatkan mikroalga untuk menyerap karbon dioksida (CO2) dan menghasilkan oksigen. Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pengembangan Fotobioreaktor Carbon Capture Utilization and Storage (FCCUS) itu merupakan salah satu upaya merespons persoalan emisi karbon, terutama di wilayah padat kendaraan.

“Ini terobosan yang sangat penting, apalagi di Jakarta yang pertumbuhan kendaraan bermotornya semakin tinggi,” ucapnya dalam acara peluncuran di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026. Menurut Arif, teknologi yang merespons perubahan iklim harus dikembangkan sambil memperhatikan kondisi lingkungan. Ia berharap cara kerja Olimpus Apollo 1.0 dapat dapat diperluas di Indonesia, sebagai bagian dari program pengurangan emisi dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.

Arif menilai kerja sama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) dengan industri dapat menghasilkan teknologi yang tepat untuk menangkap karbon. Proyek Olimpus ini juga memakai internet of things (IoT) yang disediakan oleh Grup Telkomsel.

Dia juga memastikan Olimpus Apollo 1.0 telah diverifikasi oleh TÜV SÜD Indonesia, perpanjangan tangan penyedia jasa pengujian dan audit asal Jerman. Dalam waktu 3 bulan, dia mengklaim, perangkat ini mampu menyerap karbon setara 110 buah pohon mahoni berusia lebih dari 15 tahun. “Dengan kebutuhan lahan mencapai sekitar 5.000 sampai 10.000 meter persegi,” tutur Arif.

Direktur PT Alam Semesta Integra Eddy Setiawan mengatakan perangkat tersebut akan dikomersialkan setelah tahap pilot project. Target pasar awalnya mencakup perusahaan yang memiliki kebutuhan Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk BUMN dan perusahaan publik, serta perusahaan yang ingin menjalankan corporate social responsibility (CSR).

Eddy menyebut Olimpus berbeda dengan carbon capture and storage (CCS) yang umumnya diterapkan pada fasilitas industri seperti kilang minyak dan pembangkit listrik. Olimpus, kata dia, bisa masuk ke area urban dan industri. “Untuk calon user, setiap bulan kami akan mengirimkan data berapa banyak CO2 dan O2 yang sudah diproduksi,” ujar dia.

PT ASI menyediakan paket pemeliharaan fasilitas selama tiga tahun. Perawatan harus dilakukan secara bulanan, mengingat mikroalga di dalam fotobioreaktor terus tumbuh dan perlu dipanen. Selain pemanenan mikroalga, ada juga pembersihan seluruh fotobioreaktor setiap tiga bulan untuk mencegah biofilm dan kontaminasi.

Kepala Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, BRIN Luki Subehi, mengatakan riset ihwal FCCUS sudah berjalan sejak 2021. Pada tahap awal, riset masih berjalan skala laboratorium, dengan volume sekitar tiga liter. “Dengan adanya industri PT ASI ini, kami berani (memperbesar kapasitas) menjadi 300 liter, lalu 3.000 liter,” katanya, dalam agenda yang sama

Sumber:
https://www.tempo.co/sains/begini-wujud-olimpus-penyerap-karbon-berbasis-mikroalga–2299446

Contact Us

WhatsApp us


Or you can fill the form below,

    This will close in 0 seconds

    This will close in 0 seconds